10 Desember 2015 - 08:30
Khatib Shalat Jumat Tehran Tekankan Pentingnya Surat Rahbar

Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, surat kedua Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran kepada para pemuda di negara-negara Eropa sangat bernilai dan surat ini meliputi dua poros: ideologi agama dan ideologi politik.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Emami Kashani Khatib Shalat Jum'at Tehran, mengungkapkan surat kedua Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran kepada para pemuda di negara-negara Eropa sangat bernilai dan surat ini meliputi dua poros: ideologi agama dan ideologi politik. Hal itu disampaikannya dalam khutbah kedua shalat Jumat di Tehran, ibukota Iran, Jumat ( 4/12) 

Ia menambahkan, ideologi agama berkaitan dengan pemikiran Islam dan melalui jalan ini, semua orang mengenal pemikiran dunia Islam. Dan mengingat seluruh dunia ini saling terhubung, lanjutnya, maka para tokoh agama dan cendekiawan di berbagai bidang harus membahas wacana agama serta berdialog tentang Kristen, Yahudi dan Islam. 

Khatib Shalat Jumat Tehran menyebut Islam sebagai agama kemanusiaan. Ia menuturkan, agama-agama ilahi diturunkan untuk membimbing umat manusia, namun Islam datang untuk mencerahkan manusia. 

Menurutnya, Islam memiliki satu hal yang baru dan diturunkan tidak hanya untuk kaum dan bangsanya, namun untuk mencerahkan umat manusia. Islam adalah agama kemanusiaan dan masyarakat Islam adalah pemeluk sebuah agama yang mengajak semua manusia kepada agama ini. 

Ayatullah Emami Kashani lebih lanjut memberikan nasihat yang ditujukan kepada para pemuda di seluruh dunia.

"Para pemuda harus berinteraksi dengan Islam dengan kesadaran penuh agar mereka bisa menciptakan ketenangan dan keamanan dunia di masa mendatang di bawah naungan agama agung ini," ujarnya.

Menurutnya, wacana yang benar dan tepat serta bergerak di jalur yang benar akan mengantarkan kepada sebuah kehidupan ideal yang aman dan damai, di mana dalam konteks ini, krisis global yang melanda sekarang ini akan terpecahkan dan keamanan serta stabilitas dunia akan terwujud.

Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung kebijakan standar ganda Barat dalam menangani terorisme.

"Barat mengalami kontradiksi, sebab, dari satu sisi mereka mendukung terorisme negara (yang dilakukan) rezim Zionis Israel dan membantu kelompok teroris ISIS, namun dari sisi lain, Barat mengatakan menentang para teroris," jelasnya. 

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Emami Kashani juga menyinggung acara Arbain di Irak untuk mengenang 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.

"Penyebab keistemewaan hari agung ini dalam sejarah umat manusia adalah Imam Husein as merupakan orang pertama yang tidak hanya memerangi kekufuran, namun beliau juga mengungkap Islam palsu para penguasa di masa itu dan mengenalkan Islam sejati," tuturnya.

Khatib Shalat Jumat Tehran mengapresiasi pemerintah dan rakyat Irak yang telah sukses menyelenggarakan acara Arbain di Karbala, Irak. 

"Meski diancam oleh kelompok-kelompok teroris, namun jutaan umat Islam datang ke Karbala untuk menghadiri Arbain. Acara ini terselenggara dengan aman dan lebih besar dari tahun sebelumnya," pungkasnya.

Acara Arbain untuk mengenang 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw di Karbala, Kamis, 3 Desember 2015 dihadiri oleh lebih dari 27 juta pecinta Ahlul Bait as dari berbagai negara dunia. (IRIB)